KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 173/P/2017
TENTANG
PENETAPAN HARGA ECERAN TERTINGGI BUKU TEKS PELAJARAN PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KURIKULUM
2013 UNTUK BUKU TEKS PELAJARAN TEMATIK SEMESTER 1 UNTUK KELAS I, II,
IV, DAN V, TEMATIK SEMESTER 2 UNTUK KELAS I DAN IV, PENDIDIKAN AGAMA DAN
BUDI PEKERTI UNTUK KELAS I, II, IV, V, VII, VIII, X, DAN XI SERTA MATA
PELAJARAN UNTUK KELAS VII, VIII, X, DAN XI
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
Bahwa untuk menjamin pengendalian harga buku teks pelajaran secara wajar perlu dibuat harga eceran tertinggi.
Bahwa
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 327/P/2016 tentang
Harga Eceran Tertinggi Buku Teks Pelajaran Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah Milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum
menetapkan Harga Eceran Tertinggi Buku Teks Pelajaran Tematik Semester 1
untuk Kelas II dan V, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti untuk Kelas II,
V, VIII, dan XI serta Mata Pelajaran untuk Kelas VIII dan XI Kurikulum
2013 sehingga perlu dicabut.
Bahwa
berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf
b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang
Penetapan Harga Eceran Tertinggi Buku Teks Pelajaran Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah untuk Buku Teks Pelajaran Tematik Semester 1
untuk Kelas I, II, IV, dan V, Tematik Semester 2 untuk Kelas I dan IV,
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti untuk Kelas I, II, IV, V, VII, VIII,
X, dan XI serta Mata Pelajaran untuk Kelas VII, VIII, X, dan XI;
Mengingat :
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana
telah kali diubah beberapa terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13
Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2013 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5670).
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2016
tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 351).
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun 2016
tentang Komponen Dalam Penghitungan Harga Eceran Tertinggi Buku Teks
Pelajaran Milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 898).
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KEPUTUSAN
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PENETAPAN HARGA ECERAN
TERTINGGI BUKU TEKS PELAJARAN PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH
UNTUK BUKU TEKS PELAJARAN TEMATIK SEMESTER 1 UNTUK KELAS I, II, IV, DAN
V, TEMATIK SEMESTER 2 UNTUK KELAS I DAN IV, PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI
PEKERTI UNTUK KELAS I, II, IV, V, VII, VIII, X, DAN XI SERTA MATA
PELAJARAN UNTUK KELAS VII, VIII, X, DAN XI.
KESATU :
Menetapkan
Harga Eceran Tertinggi Buku Teks Pelajaran Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah untuk Buku Teks Pelajaran Tematik Semester 1 untuk
Kelas I, II, IV, dan V, Tematik Semester 2 untuk Kelas I dan IV,
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti untuk Kelas I, II, IV, V, VII, VIII,
X, dan XI serta Mata Pelajaran untuk Kelas VII, VIII, X, dan XI
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang tidak terpisahkan dari
Keputusan Menteri ini.
KEDUA :
Pada
saat Keputusan Menteri ini berlaku, Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 327/P/2016 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi
Buku Teks Pelajaran Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Milik
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Kelas I sampai dengan Kelas
XII Semester 1 dan Semester 2 Kurikulum 2006, serta Kelas I sampai
dengan Kelas VI Semester 1, Kelas I dan Kelas IV Semester 2, Kelas VII
sampai dengan Kelas XII Semester 1 dan Semester 2 Kurikulum 2013 dicabut
dan dinyatakan tidak berlaku.
Katalog SMP
Daftar Harga Buku Tematik SMP Kurikulum 2013 Terbaru
HARGA ECERAN TERTINGGI
(HET)
Judul Buku
Smtr
ZONA 1
ZONA 2
ZONA 3
ZONA 4
ZONA 5
Ukuran
Hal
PPKn
1 dan 2
Rp 14,000
Rp 14,600
Rp 15,200
Rp 16,400
Rp 21,000
175 x 250
200
Bahasa Indonesia
1 dan 2
Rp 21,200
Rp 22,100
Rp 23,000
Rp 24,700
Rp 31,800
175 x 250
312
Matematika
1
Rp 23,300
Rp 24,200
Rp 25,200
Rp 27,100
Rp 34,900
175 x 250
344
Matematika
2
Rp 25,800
Rp 26,900
Rp 28,000
Rp 30,100
Rp 38,700
175 x 250
384
IPA
1
Rp 16,600
Rp 17,300
Rp 18,000
Rp 19,400
Rp 24,900
175 x 250
240
IPA
2
Rp 13,500
Rp 14,100
Rp 14,700
Rp 15,800
Rp 20,300
175 x 250
192
IPS
1 dan 2
Rp 22,200
Rp 23,200
Rp 24,100
Rp 25,900
Rp 33,300
175 x 250
328
Bahasa Inggris
1 dan 2
Rp 14,000
Rp 14,600
Rp 15,200
Rp 16,400
Rp 21,000
175 x 250
200
PJOK
1 dan 2
Rp 22,700
Rp 23,700
Rp 24,600
Rp 26,500
Rp 34,100
175 x 250
336
Seni Budaya
1 dan 2
Rp 17,100
Rp 17,800
Rp 18,500
Rp 20,000
Rp 25,600
175 x 250
248
Prakarya
1
Rp 18,100
Rp 18,900
Rp 19,600
Rp 21,200
Rp 27,200
175 x 250
264
Prakarya
2
Rp 15,100
Rp 15,700
Rp 16,300
Rp 17,600
Rp 22,600
175 x 250
216
Agama Islam
1 dan 2
Rp 16,100
Rp 16,800
Rp 17,400
Rp 18,800
Rp 24,100
175 x 250
232
Agama Kristen
1 dan 2
Rp 9,400
Rp 9,800
Rp 10,200
Rp 11,000
Rp 14,100
175 x 250
128
Agama Katolik
1 dan 2
Rp 11,500
Rp 12,000
Rp 12,400
Rp 13,400
Rp 17,200
175 x 250
160
Agama Hindu
1 dan 2
Rp 9,400
Rp 9,800
Rp 10,200
Rp 11,000
Rp 14,100
175 x 250
128
Agama Buddha
1 dan 2
Rp 8,400
Rp 8,800
Rp 9,100
Rp 9,800
Rp 12,600
175 x 250
112
Agama Khonghucu
1 dan 2
Rp 10,500
Rp 10,900
Rp 11,300
Rp 12,200
Rp 15,700
175 x 250
144
Keterangan Zona :
Zona I, Wilayah/Provinsi : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Banten
Zona II, Wilayah/Provinsi : Bali, Nusa Tenggara Barat, Lampung (kecuali (i) Pesisir Barat), dan Sumatera Selatan.
Zona III, Wilayah/Provinsi :
Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Barat (kecuali (i) Kepulauan
Mentawai dan (ii) Solok Selatan), Riau (kecuali (i) Bengkalis, (ii)
Kepulauan Meranti, (iii) , Sumatera Utara (kecuali (i) Nias, (ii) Nias
Selatan, (iii) Nias Utara, (iv) Nias Barat), Sulawesi Selatan, Sulawesi
Utara (kecuali (i) Kepulauan Sangihe, dan (ii) Kepulauan Talaud),
Sulawesi Tengah (kecuali (i) Banggai Kepulauan, (ii) Tojo Uno-Uno, (iii)
Sigi, dan (iv) Banggai Laut), Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara
(Kecuali (i) Konawe, (ii) Bombana, dan (iii) Konawe Kepulauan), dan
Gorontalo.
Zona IV, Wilayah/Provinsi :
Nanggroe Aceh Darussalam (kecuali (i) Aceh Besar dan (ii) Aceh
Singkil), Kepulauan Riau (kecuali (i) Karimun, (ii) Kepulauan Anambas,
dan (iii) Natuna), Nusa Tenggara Timur (kecuali (i) Sumba Barat, (ii)
Sumba Timur, (iii) Timor Tengah Selatan, (iv) Belu, (v) Alor, (vi)
Lembata, (vii) Ende, (viii) Manggarai, (ix) Rote Ndao, (x) Manggarai
Barat, (xi) Sumba Tengah, (xii) Sumba Barat Daya, (xiii)
-20-
Nagekeo, (xiv) Manggarai Timur, (xv) Sabu Raijua, dan (xvi) Malaka),
Kalimantan Barat (kecuali (i) Kapuas Hulu, (ii) Sanggau), Kalimantan
Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur (kecuali (i) Mahakam Hulu,
(ii) Berau), Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara (kecuali (i)
Nunukan, (ii) Malinau.
Zona V, Wilayah/Provinsi : Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.
Terdapat tambahan 45 (empat puluh lima) kabupaten yang dimasukkan dalam Zona V, yaitu:
(1) Aceh Besar, (2) Aceh Singkil, (3) Nias, (4) Nias Selatan, (5) Nias
Utara, (6) Nias Barat, (7) Kep. Mentawai, (8) Solok Selatan, (9) Pesisir
Barat, (10) Sumba Barat, (11) Sumba Timur, (12) Timor Tengah Selatan,
(13) Belu, (14) Alor, (15) Lembata, (16) Ende, (17) Manggarai, (18) Rote
Ndao, (19) Manggarai Barat, (20) Sumba Tengah, (21) Sumba Barat Daya,
(22) Nagekeo, (23) Manggarai Timur, (24) Sabu Raijua, (25) Malaka, (26)
Banggai Kepulauan, (27) Tujo Una-Una, (28) Sigi, (29) Banggai Laut, (30)
Konawe, (31) Bombana, (32) Konawe Kepulauan, (33) Bengkalis, (34)
Kepulauan Meranti, (35) Karimun, (36) Kepulauan Anambas, (37) Natuna,
(38) Kapuas Hulu, (39) Mahakam Hulu, (40) Sanggau, (41) Nunukan, (42)
Malinau, (43) Berau, (44) Kepulauan Sangihe, dan (45) Kepulauan Talaud.